DIKSI / PEMILIHAN KATA
DIKSI / PEMELIHAN KATA
DISUSUN OLEH
Yessi Herlistiana
29113434
3KB01
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
JURUSAN SISTEM KOMPUTER
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015/2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt atas rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah yang berjudul Diksi atau Pilihan Kata ini membahas mengenai bagaimana menggunakan bahasa yang tepat dalam berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulisan.
Dalam penulisan makalah ini kami banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulisan makalah ini.
Kami sadar bahwa dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, Hal itu di karenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan kami. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita.
Akhir kata, kami memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kesalahan.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang
Memang harus diakui, kecenderungan orang
semakin mengesampingkan pentingnya penggunaan bahasa,
terutama dalam tata cara pemilihan kata atau diksi.
Terkadang kita pun tidak mengetahui pentingnya
penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar, sehingga ketika kita
berbahasa, baik lisan maupun tulisan, sering mengalami
kesalahan dalam penggunaan kata, frasa, paragraf, dan
wacana.
Agar tercipta suatu komunikasi yang efektif dan efisien, pemahaman yang
baik ihwal penggunaan diksi atau pemilihan kata dirasakan sangat penting,
bahkan mungkin vital, terutama untuk menghindari
kesalapahaman dalam berkomunikasi.
Diksi atau pilihan kata dalam praktik
berbahasa sesungguhnya mempersoalkan kesanggupan sebuah kata dapat juga frasa
atau kelompok kata untuk menimbulkan gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca
atau pendengarnya.
Indonesia memiliki bermacam-macam suku
bangsa dan bahasa. Hal itu juga disertai dengan bermacam-macam suku bangsa yang
memiliki banyak bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa yang
digunakan juga memiliki karakter berbeda-beda sehingga penggunaan bahasa
tersebut berfungsi sebagai sarana komunikasi dan identitas suatu masyarakat tersebut.
Sebagai makhluk sosial kita tidak bisa terlepas dari berkomunikasi dengan
sesama dalam setiap aktivitas. Dalam kehidupan bermasyarakat sering kita jumpai
ketika seseorang berkomunikasi dengan pihak lain tetapi pihak lawan bicara
kesulitan menangkap informasi dikarenakan pemilihan kata yang kurang tepat
ataupun dikarenakan salah paham.
Pemilihan kata yang tepat merupakan sarana
pendukung dan penentu keberhasilan dalam berkomunikasi. Pilihan kata atau diksi
bukan hanya soal pilih-memilih kata, melainkan lebih mencakup bagaimana efek
kata tersebut terhadap makna dan informasi yang ingin disampaikan. Pemilihan
kata tidak hanya digunakan dalam berkomunikasi namun juga digunakan dalam
bahasa tulis (jurnalistik). Dalam bahasa tulis pilihan kata (diksi)
mempengaruhi pembaca mengerti atau tidak dengan kata-kata yang kita pilih.
Dalam makalah ini, penulis berusaha
menjelaskan mengenai diksi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari baik
dalam segi makna dan relasi, gaya bahasa, ungkapan, kata kajian, kata popular,
kata sapaan dan kata serapan.
1.2. Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah di atas, maka yang menjadi rumusan dalam makalah ini
adalah sebagai berikut:
a. Apa
yang dimaksud dengan diksi
b. Bagaimana
persyaratan diksi
c. Bagaimana
yang dimaksud kata ilmiah , kata populer, kata jargon dan slang
d. Bagaimana
pilihan kata dan penggunaan diksi
1.3. Tujuan
Tujuan
dan manfaat penulisan makalah ini adalah:
a. Megetahui
pengertian dari diksi
b. Mengetahui
syarat-syarat yang dibutuhkan dalam penggunaan diksi
c. Memahami
penjelasan tentang kata ilmiah, kata populer, kata jargon dan slang
d. Memahami
penjelasan pilihan kata dan penggunaan diksi
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengetian
Diksi
Diksi ialah pilihan kata. Maksudnya, kita
memilih kata yang tepat dan selaras untuk menyatakan atau mengungkapkan gagasan
sehingga memperoleh efek tertentu. Pilihan kata merupakan satu unsur sangat
penting, baik dalam dunia karang-mengarang maupun dalam dunia tutur setiap
hari. Ada beberapa pengertian diksi di antaranya adalah membuat pembaca atau
pendengar mengerti secara benar dan tidak salah paham terhadap apa yang
disampaikan oleh pembicara atau penulis, untuk mencapai target komunikasi yang
efektif, melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal, membentuk gaya
ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi) sehingga
menyenangkan pendengar atau pembaca.
Diksi, dalam arti pertama, merujuk pada
pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara. Arti kedua, arti
“diksi” yang lebih umum digambarkan dengan kata – seni berbicara jelas sehingga
setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas
terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada
pemilihan kata dan gaya. Harimurti (1984) dalam kamus linguistic, menyatakan bahwa diksi adalah pilhan kata
dan kejelasan lafal untuk memperoleh efek tertentu dalam berbicara di dalam
karang mengarang.
Dalam KBBI (2002: 264) diksi diartikan
sebagai pilihan kata yanng tepat dan selaras dalam penggunaanya untuk
menggungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu seperti yang
diharapkan. Jadi, diksi berhubungan dengan pengertian teknis dalam hal
karang-mengarang, hal tulis-menulis, serta tutur sapa.
2.2. Persyaratan
Diksi
Ada dua persyaratan yang harus dipenuhi
dalam memilih kata-kata, yaitu persyaratan ketetapan dan kesesuaian. Tepat,
artinya kata-kata yang dipilih itu dapat mengungkapkan dengan tepat apa yang
ingin diungkapkan. Di samping itu, ungkapan itu juga harus dipahami pembaca
dengan tepat, artinya tafsiran pembaca sama dengan apa yang dimaksud dengan
penulis. Untuk memenuhi persyaratan ketetapan dan kesesuaian dalam pemilihan kata,
perlu diperhatikan :
a. Kaidah
kelompok kata/ frase
b. Kaidah
makna kata
c. Kaidah
lingkungan sosial
d. Kaidah
karang-mengarang
Hal ini di jelaskan satu persatu, sebagai
berikut :
a. Pilihan
kata sesuai dengan kaidah kelompok kata /frase
Pilihan kata/ diksi yang sesuai dengan
kaidah kelompok kata/frase, seharusnya pilihan kata/diksi yang tepat,seksama,
lazim,dan benar.
Tepat
Contohnya :
Makna kata lihat dengan kata pandang biasanya bersinonim, tetapi kelompok
kata pandangan mata tidak dapat digantikan dengan lihatan mata.
Seksama
Contohnya :
Kata besar,
agung, akbar, raya, dan tinggi termasuk kata-kata yang bersinonim.
Kita biasanya mengatakan hari raya serta hari
besar,
tetapi kita tidak pernah mengatakan hari agung, hari akbar ataupun hari
tinggi.
Begitu pula dengan kata jaksa agung tidak dapat digantikan dengan jaksa
besar ataupun jaksa
raya, atau
pun jaksa tinggi karena kata tersebut tidak seksama.
Lazim
Lazim adalah kata itu sudah menjadi milik
bahasa Indonesia. Kata yang tidak lazim dalam bahasa Indonesia apabila
dipergunakan sangatlah akan membingungkan pengertian saja.
Contohnya :
Kata makan dan santap bersinonim. Akan tetapi tidak dapat
mengatakan Anjing bersantap sebagai sinonim anjing
makan.
Kemudian kata santapan rohani tidak dapat pula digantikan
dengan makanan rohani. Kedua kata ini mungkin tepat
pengelompokannya, tetapi tidak seksama serta tidak lazim dari sudut makna dan
pemakain-nya.
b. Pilihan
kata sesuai dengan kaidah makna kata.
Jenis
Makna
Berdasarkan bentuk maknanya, makna dibedakan atas dua macam yaitu:
1. Makna
Leksikal adalah makna kamus atau makna yang terdapat di dalam kamus. Makna
ini dimiliki oleh kata dasar. Contoh : makan, tidur, ibu, adik, buku
2. Makna
Gramatikal adalah makna yang dimiliki kata setelah mengalami proses
gramatikal, seperti proses afiksasi (pengimbuhan), reduplikasi (pengulangan),
dan komposisi (pemajemukan).
Contoh :
- Proses
afiksasi awalan me- pada kata dasar kotor ;
Adik mengotori lantai
itu.
- Proses
reduplikasi pada kata kacang ; Kacang-kacangan merupakan
salah satu sumber protein nabati.
- Proses
komposisi pada kata rumah sakit bersalin ; Ia
bekerja di rumah sakit bersalin
Berdasarkan sifatnya, makna dibedakan atas dua macam:
Berdasarkan sifatnya, makna dibedakan atas dua macam:
1. Makna
Denotasi adalah makna kata yang sesuai dengan hasil observasi panca indra
dan tidak menimbulkan penafsiran lain. Makna denotasi disebut juga sebagai
makna sebenarnya.
Contoh :
- Kepala
: organ tubuh yang letaknya paling atas
- Besi :
logam yang sangat keras
2. Makna
konotasi adalah makna kata yang tidak sesuai dengan hasil observasi
pancaindra dan menimbulkan penafsiran lain. Makna konotasi disebut juga sebagai
makna kias atau makna kontekstual.
Contoh :
- Ibu
kota : pusat pemerintahan
- Ibu
jari : jari yang paling besar atau jempol
- Jamban
: kamar kecil
Berdasarkan
wujudnya, makna dibedakan atas :
1. Makna
referensial adalah makna kata yang mempunyai rujukan yang konkret.
Contoh :
- meja,
baju, membaca, menulis
2. Makna
inferensial adalah makna kata yang tidak mempunyai rujukan yang konkret.
Contoh :
- baik,
indah, sedih, gembira
Perubahan
Makna
Berdasarkan cakupan maknanya, perubahan makna dibedakan atas.
1. Meluas,
cakupan makna sekarang lebih luas daripada sebelumnya.
Misalnya:
Kata
|
Dulu
|
sekarang
|
Berlayar
|
Mengarungi laut dengan memakai kapal layar
|
Mengarungi lautan dengan alat apa saja
|
Putera-puteri
|
Dipakai untuk sebutan anak-anak raja
|
Sebutan untuk semua anak laki-laki dan perempuan
|
2. Menyempit,
cakupan makna sekarang lebih sempit dari pada makna dahulu
Kata
|
Dulu
|
Sekarang
|
Sekarang
|
Sebutan untuk semua orang cendikiawan
|
Gelar untuk orang yang sudah lulus dari perguruan
tinggi
|
Madrasah
|
Sekolah
|
Sekolah yang mempelajari ilmu agama Islam
|
Berdasarkan
nilai rasanya, perubahan makna dibedakan atas :
1. Ameliorasi adalah
perubahan makna ke tingkat yang lebih tinggi. Artinya baru dirasakan lebih baik
dari arti sebelumnya.
Contoh:
- Kata wanita dirasakan
lebih baik nilainya daripada perempuan
- Kata istri atau nyonya dirasakan
lebih baik daripada kata bini.
2. Peyorasi adalah
perubahan makna ke tingkat yang lebih rendah. Arti baru dirasakan lebih rendh
nilainya dari arti sebelumnya.
Contoh:
- Kata perempuan sekarang
dirasakan lebih rendah artinya
- Kata bini sekarang
dirasakan kasar
v Pergeseran
Makna
Pergeseran makna dibedakan atas 2 macam:
1. Asosiasi adalah
pergeseran makna yang terjadi karena adanya persamaan sifat.
Contoh:
- Tasya menyikat giginya
sampai bersih
- Pencuri
itu menyikat habis
barang-barang berhatga dirumah itu
2. Sinestesia adalah
perubahan makna akibat adanya pertukaran tanggapan antara dua indra yang
berbeda.
Contoh:
- Sayur
itu rasanya pedas sekali
- Kata-katanya
sangat pedas didengar.
v Relasi
Makna
1. Homonim adalah
dua buah kata yang mempunyai persamaan tulisan dan pengucapan.
Contoh :
- Bisa berarti
;
o Dapat,
sanggup
o racun
- Buku berarti
;
o Kitab
o antara
ruas dengan ruas
2. Homograf adalah
dua buah kata atau lebih yang mempunyai persamaan tulisan tetapi berlainan
pengucapan dan arti.
Contoh:
- Teras(inti)
dengan teras(halaman rumah)
- Sedan(isak)
dengan sedan(sejenis mobil)
- Tahu(paham)
dengan tahu(sejenis makanan)
3. Homofon adalah
dua buah kata atau lebih yang mempunyai persamaan pengucapan tetapi berlainan
tulisan dan arti
Contoh:
- Bang dengan bank
- Masa dengan massa
4. Sinonim adalah
dua buah kata yang berbeda tulisan dan pengucapanya tetapi mempunyai arti yang
sama.
Contoh:
- Pintar dengan pandai
- Bunga dengan kembang
Kesinoniman kata tidaklah mutlak, hanya
ada kesamaan atau kemiripan. Oleh sebab itu, di dalam sebuah karang mengarang
sebaiknya dipergunakan sinomin kata supaya ada variasinya dan ada pergantiannya
yang membuat lukisan di dalam karangan itu menjadi hidup. Sinonim dapat terjadi
disebabkan oleh hal-hal berikut ini :
· Pengaruh
bahasa daerah
Contoh :
- Kata harimau yang
diberi sinonim dengan macan .
- Kata auditorium bersinonim
dengan kata pendopo.
- Kata rindu bersinonim
dengan kata kangen
· Perbedaan
dialek regional
Contoh :
- Handuk bersinonim tuala ,
- selop bersinonim seliper
· Pengaruh
bahasa asing
Contoh :
- kolosal bersinonim besar,
- aula bersinonim ruangan,
- realita bersinonim kenyataan
.
· Perbedaan
dialek sosial
Contohnya
:
- suami bersinonim laki,
- istri bersinonim bini,
- mati bersinonim wafat.
· Perbedaan
ragam bahasa
Contohnya :
- membuat bersinonim menggubah,
- assisten bersinonim pembantu,
- tengah bersinonim madya.
· Perbedaan
dialek temporal
Contohnya :
- hulubalang bersinonim komandan,
- kempa bersinonim stempel,
- peri bersinonim hantu .
5. Antonim adalah
kata-kata yang berlawanan artinya.
Contoh:
- Tua- muda
- Besar –
kecil
- Luas –
sempit
6. Polisemi berasal
adalah kata poly dan sema, yang
masing-masing berarti’banyak’ dan ‘tanda’. Jadi polisemi berarti suatu kata
yang memiliki banyak makna.
Contoh:
- Kata kepala yang
mempunyai arti bahagian atas tubuh manusia tetapi dapat juga berarti orang yang
menjadi pimpinan pada sebuah kantor dan sebagainya.
- Kata kaki yang
dipergunakan untuk menahan tubuh manusia tetapi dapat juga kaki meja yang
menahan meja.
c. Pilihan
kata sesuai dengan Kaidah Lingkungan Sosial Kata
Diksi
harus selalu diperhatikan lingkungan pemakian kata-kata. Dengan membedakan
lingkungan itu, pilihan kata yang kita lakukan akan lebih tepat dan mengena.
Lingkungan itu dapat kita lihat berdasarkan :
1. Tingkat
sosial yang mengakibatkan terjadinya sosiolek
Contoh:
Kata- kata mati,
meninggal dunia, wafat, tewas, mampus, mangkat kita bedakan penggunaanya di dalam
bahasa Indonesia berdasarkan rasa bahasa bukanlah melihat tingkat sosialnya
2. Daerah/geografi
yang mengakibatkan dialek
Contoh:
Kata-kata bis,kereta,
dan motor kita
bedakan penggunaanya berdasarkan geografinya
3. Formal/nonformal
yang mengakibatkan bahasa baku/ tidak baku
Contoh:
Kata tersangka,
terdakwa, dan tertuduh kita bedakan berdasarkan maknanya.
4. Umum
dan khusus yang mengakibatkan terjadinya bahasa umum dan khusus.
Ø Makna
Umum( hipernim) adalah makna yang cakupannya luas.
Contoh:
bunga, bulan, hewan, kendaraan
Ø Makna
khusus( hiponim) adalah makna yang cakupannya sempit atau terbatas.
Contoh:
Hipernim
|
Hiponim
|
Melihat
|
Menengok,menatap, melirik,menjenguk,melotot
|
Bunga
|
Melati, Anggrek, Sedap Malam
|
Bulan
|
Januari,Februari, Maret
|
Hewan
|
Ayam, Burung, kambing
|
d. Pilihan
kata sesuai dengan kaidah mengarang.
Pilihan
kata akan memberikan imformasi sesuai dengan apa yang dikehendaki. Pilihan kata
dengan kaidah mengarang memiliki kelompok kata yang berpasangan tetap, pilihan
kata langsung dan pilihan kata yang dekat dengar pembaca.
Contoh :
- Terdiri
dari, terdiri dalam, terdiri atas
- Ditemani
oleh, ditemani dari, ditemani dengan
- Ia
menelpon kekasihnya (pilihan kata langsung), Ia memanggil kekasihnya melalui
telepon (pilihan kata yang panjang dan berbelit-belit)
- Tidak
semua pendengar/pembaca mengerti singkatan balita, KISS, dan kelompencir.
2.3. Kata
Ilmiah, Kata Populer, Kata Jargon dan Slang
a. Kata
ilmiah merupakan kata-kata logis dari bahasa asing yang dapat diterjemahkan ke
dalam bahasa Indonesia.
b. Kata
popular adalah kata yang biasa digunakan dalam komunikasi sehari-hari
masyarakat umum.
Berikut adalah
contoh dari kata ilmiah dan kata populer tersebut.
Kata
Ilmiah
|
Kata Popular
|
Analogi
Frustasi
Final
Diskriminasi
Prediksi
Kontradiksi
Format
Anarki
Biodata
Bibliografi
|
kiasan
rasa kecewa
akhir
perbedaan perlakuan
ramalan
pertentangan
ukuran
kekacauan
biografi singkat
daftar pustaka
|
c. Jargon
adalah kata-kata yang mengandung makna suatu bahasa, dialek, atau tutur yang
dianggap aneh kata ini juga merupakan kata sandi/kode rahasia untuk kalangan
terterntu (dokter,militer,perkumpulan rahasia,ilmuwan dsb).
Contohnya :
populasi, volume, abses, H2O,dan
sebagainya.
d. Kata
slang dihasilkan dari salah ucap yang disengaja, atau kadang berupa pengrusakan
sebuah kata biasa untuk mengisi suatu bidang makna yang lain. Kata-kata ini
bersifat sementara,kalau sudah teras usang hilang atau menjadi kata-kata biasa.
Contohnya :
asoy, manatahan dan sesuatu ya
.
2.4. Pilihan
Kata dan Penggunaanya
1. Kata dari dan daripada
Contoh :
- Kertas
itu terbuat dari kayu jati
(keterangan asal)
- Peristiwa
itu timbul dari peristiwa
seminggu yang lalu (keterangan sebab)
- Buku
itu ditulis dari pengalamanya
selama di Jerman (menyatakan alasan)
2. Kata pada dan kepada
Contoh :
- Buku
catatan saya ada pada Astuti
(pengantar keterangan)
- Saya
ketemu dengan dia pada suatu sore hari.
(keterangan waktu)
3. Kata di dan ke
Contoh :
- Atik
sedang berada di luar kota
(fungsi kata depan di)
- Di saat
usianya suadah lanjut, orang itu semakin malas belajar (keterangan waktu)
4. Kata dan dan dengan
Contoh :
- Ayah
dan Ibu pergi ke Jakarta kemarin
- Ibu
memotong kue dengan pisau
5. Kata antar dan antara
Contoh :
- Kabar
ibu belum pasti,antara benar dan tidak (menyataan pemilihan)
- Dia
akan tiba antara jam 04.00 sampai jam 06.00 (jangka waktu)
BAB
III
PENUTUP
Kreativitas
dalam memilih kata merupakan kunci utama pengarang dalam menulis gagasan atau
ungkapan. Penguasaan dalam pengolahan kata juga merupakan kunci utama dalam
menghasilkan tulisan yang indah, dapat dibaca serta ide yang ingin disampaikan
penulis dapat dipahami dengan baik.
Kata
yang tepat akan membantu seseorang mengungkapkan dengan tepat apa yang ingin
disampaikannya baik secara lisan maupun dengan tulisan. Pemilihan kata juga
harus sesuai dengan situasi kondisi dan tempat penggunaan kata–kata itu.
Pembentukan kata atau istilah adalah kata yang mengungkapkan makna konsep,
proses, keadaan atau sifat yang khas dalam bidang tertentu.
Berdasarkan
kesimpulan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa diksi mempunyai persamaan
yaitu sama-sama penulis ingin menyampaikan sesuatu di hasil karya tulisannya
dengan maksud agar pembaca dapat memahami maksud dan tujuan penulis.
3.2. Saran
Penulis
mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dalam pembuatan makalah ini
mengenai pengetahuan diksi (pilihan kata). Penulis menyarankan kepada semua
pembaca untuk mempelajari pengolahan kata dalam membuat kalimat. Dengan
mempelajari diksi diharapkan mahasiswa dan mahasiswi memiliki ketetapan
dalam menyampaikan dan menyusun suatu gagasan agar yang disampaikan mudah
dipahami dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
http://tugaskuliah15.blogspot.co.id/2015/10/makalah-bahasa-indonesia-diksi-atau.html
http://alifanotes.blogspot.co.id/2015/07/makalah-diksi-pilihan-kata.html

Komentar
Posting Komentar