ILMU SOSIAL DASAR


Pengertian dan Tujuan Ilmu Sosial Dasar

1.      Pengertian  
Ilmu social dasar ( ISD ) adalah ilmu pengetahuan yang menelah masalah-masalah social yang timbul dan berkembang, khususnya yang dwujudkanoleh warga Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social. Pengetahuan yang menelah masalah-masalah social, khususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan teori-teori yang berasal dari berbagai  bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social (seperti Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah).
   Ilmu Sosial Dasar (ISD) membantu perkembangan wawasann  penalaran dan kepribadian seseorang atau seorang mahasiswa agar memperoleh wawasan yg lebih luas dan membentuk cirri-ciri kepribadian , khususnya berkenan dengan sikap dan tingkah laku  manusia dalam menghadapi manusia lain, serta sikap dan tingkah laku manusia-manusia  lain terhadap manusia yg bersangkutan secara timbale balik.
  Ilmu Sosial Dasar (ISD) membicarakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Hubungan ini dapat diwujudkan melalui kenyataan social dan kenyataan social inilah yang menjadi titik perhatiannya. Dengan demikian Ilmu Sosial Dasar (ISD) memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep2 yg dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala social agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran kita dalam menghadapi lingkungan social dapat ditingkatkan. Ilmu social bukanlah suatu bidang keahlian ilmu-ilmu social tertentu, seperti politik, antropologi dan sebagainya, tetapi menggunakan pengertian-pengertian yg berasal dari berbagai bidang ilmu social seperti ilmu politik, sosiologi, sejarah dan sebagainya.
  Ilmu Sosial Dasar (ISD) bukan merupakan gabungan dari ilmu-ilmu social yang dipadukan, karena masing-masing sebagai disiplin ilmu memiliki obyek dan metode ilmiahnya sendirisendiri yg tidak mungkin dipadukan. Ilmu Sosial Dasar (ISD)  juga bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri, karena Ilmu Sosial Dasar (ISD) tidak mempunyai obyek dan metode ilmiah tersendiri dan juga tidak mengembangkan suatu penelitian sebagaimana suatu disiplin ilmu, seperti ilmu-ilmu social di atas.
  Ilmu Sosial Dasar (ISD) merupakan suatu bahan studi atau program pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentingan pendidikan atau pengajaran yang di Indonesia  diberikan di perguruan tinggi. Dengan kata lain, mata kuliah Ilmu Sosial Dasar (ISD) diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yg dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala social agar daya tanggap, persepsi  dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan, sehingga lebih peka terhadapnya.
Perlu dapat diketahui bahwa sumber dari segala ilmu pengetahuan adalah Philoshopia (filsafat). Dari filsafat tersebut lahir 3 cabang ilmu pengetahuan, yaitu :

1.Ilmu alamiah
Ilmu alamiah adalah ilmu yang mempelajari tentang alam, yang berhubungan dengan linkungan alam seperti fiaika, kimia, biologi, astronomi, botani, dll. Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah, caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas.

2.Ilmu Sosial
Ilmu social adalah ilmu yang mempelajari social manusia di lingkungan sekitar seperti sosiologi, ekonomi, politik, antropologi sejarah, psikologi, goegrafi dll. Ilmu-ilmu social bertujuan untuk mengkaji keteraturan yg terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Dalam perkembangannya, ilmu social melahirkan studi social yg disebut ilmu pengetahuan social. Ilmu pengetahuan social (IPS) adalah bidang studi yg merupakan  paduan dari sejumlah mata pelajaran social. Yang termasuk dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yaitu: geografi, sejarah, ekonomi, sosiologi, antropologi dll.

3.Ilmu budaya
Ilmu budaya adalah ilmu yang mempelajari adat istiadat atau kebiasaan hidup manusia di suatu wilayah seperti bahasa, agama, kesastraan, kesenian dll. Ilmu budaya bertjuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah gabungan dari disiplin ilmu social yg digunakan dalam pendekataan dan pemecahan masalah social yg ada di lingkungan sekitar kita. Ilmu Sosial Dasar (ISD) memberikan dasar-dasar pengetahuan tentang konsep untuk mengkaji gejala social. Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kedua-duannya mempunyai persamaan dan perbedaan.
Persamaan antara keduannya adalah :
a.      Untuk kepentingan bahan studi pada program pendidikan atau pengajaran.
b.      Bukan disiplinn dalam ilmmu yang berdiri sendiri.
c.       Mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan social dan masalah social.



Perbedaan antara keduanya adalah :
a.      Ilmu Sosial Dasar ada pada di Perguruan Tinggi, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial ada pada di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan.
b.      Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual.

 Latar Belakang Ilmu Sosial Dasar
Latar belakang diberikannya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar (ISD) di perguruan tinggi yaitu banyaknya kritik yg ditunjukan pada system pendidikan Indonesia oleh sejumlah cendekiawan, dimana masih dirasakan banyaknya tenaga ahli yang berpengetahuan keahlian khusus dan mendalam sehingga wawasannya sempit. Sehingga ilmu social sangat bermanfaat bagi sejumlah masyarakat atau mahasiswa supaya berwawasan luas dan ilmu ini diperlukan dalam memecahkan berbagai masalah social masyarakat .
Latar belakang lainnya, Pengenalan dan pemahaman Ilmu Sosial Dasar (ISD) menjadi penting supaya tujuan yang melatabelakangi munculnya ilmu ini tidak sekedar menjadi harapan tanpa hasil. Latar belakang  lainnya, sistem pendidikan kita menjadi sesuatu yang "elite" bagi masyarakat kita sendiri, kurang akrab dengan lingkungan masyarakat,  dan  tidak mengenali dimensi-dimensi lain di luar disiplin keilmuannya.

Peran Ilmu Sosial Dasar
Mempunyai pandangan tentang cara bersosialisasi dengan masyarakat dalam ruang lingkup yg lebih luas, menambah wawasan tentang hidup bermasyarakat dengan baik, lebih mengerti tentang keadaan alam dan jalan pikiran manusia. Memahami ilmu social yg menunjang kehidupan bersosialisasi, pandangan hidup selanjutnya menjadi lebih terarah, lebih mencintai alam dan mengerti arti sejarah.
Mengetahui cara hidup sebagai mahluk social yg dapat memanfaatkan ilmu-ilmu yg ada dalam ilmu social dasar untuk kemajuan dankesejahteraan masyarakat.  Menjadi lebih mengerti masalah yg terjadi di masyarakat dan dapat membantu menyelesaikan masalah social, membangkitkan rasa ikut serta dalam menyelesaikan masalah social. Memudahkan beradaptasi dengan lingkungan masyarakat yg lebih luas dan membantu perkembangan cara pola piker dalam menyikapi masalah.
Sasaran studi Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah aspek-aspek yg paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk social dan masalah-masalah yang terwujud dari padanya. Materi pembahasan dalam Ilmu Sosial Dasar (ISD) terdiri atas masalah-masalah social. Untuk dapat menelaah masalah-masalah social, hendaknya terlebih dahulu kita mengidentifikasi kenyataan-kenyataan social dan memahami sejumlah konsep social tertentu.
Kenyataan-kenyataan social yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah social tertentu. Kenyataan-kenyataan sosisal tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu-ilmu social, karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangnya. Dalam Ilmu Sosial Dasar (ISD) kita dapat menggunakan pendekataan interdisiplin ataupun multidisiplin.
Konsep-konsep social atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan social yang dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yg sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah social yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Sebagai contoh dari konsep dasar semacam itu misalnya konsep keanekaragaman dan konsep kesatuan social.
Masalah social dalam kehidupan manusia yang berstatus sebagai makhhluk social, manusia selalu dihadapkan pada berbagai masalah social. Masalah social pada hakikatnya merupakan bagian yg tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia karena masalah social telah terwujud sebagai hasil kebudayaan manusia itu sendiri, sebagai akibat dari hubungan-hubungannya dengan sesame manusia lainnya.
Masalah-masalah social pada setiap masyarakat berbeda satu sama lainnya karena adanya tingkat perkembangan kebudayaan dan masyarakatnya yg berbeda serta likungan alamnya. Masalah-masalah tersebut terwujud sebagai masalah social, masalah moral, masalah politik, masalah agama dan masalah lainnya. Yang membedakan masalah social dari masalah lainnya adalah masalah social selalu berkaitan dengan nilai-nilai moral dan pranata social, serta selalu berkaitan dengan hubungan manusia dan dengan konteks-konteks normative tempat hubungan manusia terwujud.
Dengan demikian, suatu masalah social terutama ditekankan pada adanya kondisi atau keadaan tertentu dalam kehidupan social warga masyarakat yg bersangkutan. Kondisi atau keadaan  social tertentu sebenarnya merupakan hasil dari proses kehidupan manusia yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan jasmaninya, kebutuuhan-kebutuhan social dan kebutuhan-kebutuhan kejiwaan. Dalam usaha untuk pemenuhan kebutuhan tersebut, manusia menggunakan kebudayaan sebagai model petunjuk dalam memanfaatkan lingkungan alam dan social masyarakat.

2.      Tujuan Ilmu Sosial Dasar
Membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas, memahami dan menyadari kenyataan-kenyataan social dan masalah yang ada di dalam masyarakat. Peka terhadap masalah-masalah social dan tanggap ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya,menyadari bahwa setiap masalah sossial yg timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan kita hanya dapat mendekatinya serta mempelajarinya secara kritis.  Memahami  jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka menanggulangi masalah-masalah social yang terjadi di dalam masyarakat.
 
Individu, Keluarga & Masyarakat.
 -          Pengertian Individu
 Individu berasal dari kata individum (Latin), Yaitu satuan kecil yang tidak dapat dibagi lagi. Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.
 Contoh :
  1. Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama.
  2. Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan.
             3. Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera.
             4. Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok social yang sering disebut masyarakat.
 -           Pengertian Keluarga
 Keluarga adalah unit atau satuan masyarakat yang terkecil dan merupakan suatu kelompok terkecil dari masyarakat. kelompok ini yang melahirkan individu dengan berbagai macam bentuk kepribadiannya dalam masyarakat.
 Keluarga terdiri dari seorang individu (suami) dengan individu lainnya (istri) yang selalu menjaga rasa aman dan ketentraman dalam suasana suka duka hidup bersama-sama dengan individu lainnya juga ( anak ) inilah yang nantinya berkambang dan mulai melihat dan mangenal arti diri sendiri sebagai mahkluk social.
 -          Pengertian Fungsi Keluarga
 Keluarga sebagai kelompok pertama yang dikenal individu yang sangat berpengaruh secara lansung terhadap perkembangan individu sebelum maupun terjun langsung secara individual di masyarakat.
 Macam – macam Fungsi Keluarga, yaitu :
 A. Fungsi Biologis
 Dengan fungsi ini dihaerapkan agar suatu keluarga dapat menyelenggarakan proses perkawinan anak-anaknya.karena dengan perkawinan akan terjadi proses kelangsungan keturunan.
 B. Fungsi Pemeliharaan
 Keluarga wajib berusaha untuk selalu dan selalu menjaga anggotanya dari gangguan gangguan yaitu;
 1.      gangguan udara,hujan,panas maka dibuatlah rumah
 2.      gangguan penyakit maka disediakan berbagai obat-obatan
 3.      gangguan dari bahayadengan berusaha membuat benteng atau tembok dan menyediakan senjata untuk berjaga jaga.
 C. Fungsi Ekonomi
       dalam hal ini keluarga berusaha menyediakan kebutuhan pokok yaitu;
       1. kebutuhan pangan makan dan minum
       2. kebutuhan sandang atau pakaian
       3. kebutuhan papan atau rumah tinggal
 D. Fungsi Keagamaan
 Dalam hal ini kelurga menyarankan agar meyakini dan menganut kepercayaan yang di yakini masing masing
 E. Fungsi Sosial
 Dengan fungsi ini keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya bekal bekal selengkapnya dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh masyarakat serta mempelajari peranan-peranan yang diharapkan akan mereka jalankan kelak bila udah dewasa.
 Menurut buku Ilmu Sosial Dasar fungsi keluarga dapat dinyatakan sebagai berikut;
 a. pembentukan kepribadian
 b. sebagai alat reproduksi kepribadian.
 c. keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat
 d. keluarga juga sebagai perkumpulan perekonomian
 e. keluarga juga sebagai tempat pengasuhan dan pendidikan.
 Ki Hajar Dewantoro, mengartikan bahwa keluarga kumpulan beberapa orang yang terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki,esensial,enak dan berkehendak bersama-sama untuk memperteguh gabungan dan memuliakan masing-masing anggotanya.
 (1) Masyarakat Non Industri
 Kita telah tahu secara garis besar bahwa , kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group).
 (a)Kelompok primer
 Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Di karenakan para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, sehingga mereka mengenal lebih dekat, lebih akrab.
 dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok menerima serta menjalankan tugas tidak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawabpara anggota dan berlangsung atas dasar rasasimpati dan secara sukarela.
 Contoh-contoh kelompok primer, antara lain :keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar,kelompok agama, dan lain sebagainya.
 (b) Kelompok sekunder
 Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak Iangsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karen yaitu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif.
 Para anggota menerima pembagian kerja/pembagian tugas atas dasar kemampuan; keahlian tertentu, di samping dituntut dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah di flot dalam program-program yang telah sama-sama disepakati. Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya : partai politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan sebagainya. Berlatar belakang dari pengertian resmi dan tak resmi, maka tumbuh dan berkembang kelompok formal (formal group) atau lebih akrab dengan sebutan kelompok resmi, dan kelompok tidak resmi (informal group). Inti perbedaan yang terjadi adalah : Kelompok tidak resmi (informal group) tidak berstatus resmi dan tidak didukung oleh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah tangga (ART) seperti yang lazim berlaku pada kelompok resmi.
 Namun demikian, kelompok tidak resmi juga mempunyai pembagian kerja, peranan-peranan serta hirarki tertentu, norma-norma tertentu sebagai pedoman tingkah laku para anggota beserta konvensi-konvensinya. Tetapi hal ini tidak dirumuskan secara tegas dan tertulis seperti pada kelompok resmi (W.A. Gerungan, 1980 : 91).
 Contoh : Semua kelompok sosial, perkumpulan-perkumpulan, atau organisasi-organisasi kemasyarakatan yang memiliki anggota kelompok tidak resmi.
 (2) Masyarakat Industri Durkheim mempergunakan variasi pembangian kerja sebagai dasar untuk mengklasifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya. Akan tetapi is lebih cenderung mempergunakan dua taraf klasifikasi, yaitu yang sederhana dan yang kompleks. Masyarakat-masyarakat yang berada di tengah kedua eksterm tadi diabaikannya (Soerjono Soekanto, 1982 : 190).
 Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakintinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah men2enal pengkhususan.Otonomi sejenis, juga menjadi ciri daribagian/ kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
 Contoh-contoh : tukang roti, tukang sepatu,tukang bubur, tukang las, ahli mesin, ahli listrik dan ahli dinamo, mereka dapat bekerja secara mandiri. Dengan timbulnya spesialisasi fungsional, makin berkurang pula ide-ide kolektif untuk diekspresikan dan dikerjakan bersama. Dengan demikian semakin kompleks pembagian kerja, semakin banyak timbul kepribadian individu. Sudah barang tentu masyarakat sebagai keseluruhan memerlukan derajat integrasi yang serasi. Akan tetapi hanya akan sampai pada batas tertentu, sesuai dengan bertambahnya individualisme.
 -          Makna Individu
 Manusia adalah makhluk individu. Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya.
 Para ahli Psikologi modern menegaskan bahwa manusia itu merupakan suatu kesatuan jiwa raga yang kegiatannya sebagai keseluruhan, sebagai kesatuan. Kegiatan manusia sehari-hari merupakan kegiatan keseluruhan jiwa raganya. Bukan hanya kegiatan alat-alat tubuh saja, atau bukan hanya aktivitas dari kemampuan-kemampuan jiwa satu persatu terlepas daripada yang lain.
 Manusia sebagai makhluk individu mengalami kegembiraan atau kecewa akan terpaut dengan jiwa raganya.
 -          Makna Keluarga
 Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut.
 -          Makna Masyarakat
 Masyarakat (society) merupakan istilah yang digunakan untuk menerangkan komunitas manusia atau individu yang tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan perhubungan antara berbagai individu.
 -          Hubungan Antar individu, keluarga, masyarakat
 Aspek individu, keluarga, masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Yakni, tidak akan pernah ada keluarga dan masyarakat apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya serta menumbuhkembangkan perilakunya. Karena tak dapat dipungkiri bahwa perilaku sosial suatu individu tersebut bergantung dari keluarga dan masyarakat disekitarnya. Keluarga sebagai lingkungan pertama seorang individu memiliki peran paling besar dalam pembentukan sikap suatu individu, sedang masyarakat merupakan media sosialisasi seorang individu dalam menyampaikan .ekspresinya secara lebih luas. Sehingga dapat menjadi suatu tolak ukur apakah sikapnya benar atau salah dalam suatu masyarakat tersebut.
 -          Pengertian & Proses Urbanisasi
 Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
 Urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk, Bedanya Migrasi penduduk lebih bermakna perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota. Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara atau tidak menetap.


Sumber : Abu Ahmadi,Drs.ILMU SOSIAL DASAR.Rineka Cipta,Juli 1991.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)

PERENCANAAN PENULISAN ILMIAH