ILMU SOSIAL DASAR
Pengertian dan Tujuan Ilmu Sosial Dasar
1.
Pengertian
Ilmu social dasar ( ISD ) adalah ilmu pengetahuan yang
menelah masalah-masalah social yang timbul dan berkembang, khususnya yang
dwujudkanoleh warga Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta,
konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam
lapangan ilmu-ilmu social. Pengetahuan yang menelah masalah-masalah social,
khususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan
menggunakan teori-teori yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan
ilmu-ilmu social (seperti Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu
Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah).
Ilmu Sosial Dasar
(ISD) membantu perkembangan wawasann
penalaran dan kepribadian seseorang atau seorang mahasiswa agar
memperoleh wawasan yg lebih luas dan membentuk cirri-ciri kepribadian ,
khususnya berkenan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia lain, serta
sikap dan tingkah laku manusia-manusia
lain terhadap manusia yg bersangkutan secara timbale balik.
Ilmu Sosial Dasar
(ISD) membicarakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya.
Hubungan ini dapat diwujudkan melalui kenyataan social dan kenyataan social
inilah yang menjadi titik perhatiannya. Dengan demikian Ilmu Sosial Dasar (ISD)
memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep2 yg
dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala social agar daya tanggap, persepsi,
dan penalaran kita dalam menghadapi lingkungan social dapat ditingkatkan. Ilmu
social bukanlah suatu bidang keahlian ilmu-ilmu social tertentu, seperti
politik, antropologi dan sebagainya, tetapi menggunakan pengertian-pengertian
yg berasal dari berbagai bidang ilmu social seperti ilmu politik, sosiologi,
sejarah dan sebagainya.
Ilmu Sosial Dasar
(ISD) bukan merupakan gabungan dari ilmu-ilmu social yang dipadukan, karena
masing-masing sebagai disiplin ilmu memiliki obyek dan metode ilmiahnya
sendirisendiri yg tidak mungkin dipadukan. Ilmu Sosial Dasar (ISD) juga bukan merupakan disiplin ilmu
tersendiri, karena Ilmu Sosial Dasar (ISD) tidak mempunyai obyek dan metode
ilmiah tersendiri dan juga tidak mengembangkan suatu penelitian sebagaimana
suatu disiplin ilmu, seperti ilmu-ilmu social di atas.
Ilmu Sosial Dasar
(ISD) merupakan suatu bahan studi atau program pengerjaan yang khusus dirancang
untuk kepentingan pendidikan atau pengajaran yang di Indonesia diberikan di perguruan tinggi. Dengan kata
lain, mata kuliah Ilmu Sosial Dasar (ISD) diberikan dalam rangka usaha untuk
memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yg
dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala social agar daya tanggap,
persepsi dan penalaran mahasiswa dalam
menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan, sehingga lebih peka
terhadapnya.
Perlu dapat diketahui bahwa sumber dari segala ilmu
pengetahuan adalah Philoshopia (filsafat). Dari filsafat tersebut lahir 3
cabang ilmu pengetahuan, yaitu :
1.Ilmu alamiah
Ilmu alamiah adalah ilmu yang mempelajari tentang alam, yang
berhubungan dengan linkungan alam seperti fiaika, kimia, biologi, astronomi,
botani, dll. Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan
yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode
ilmiah, caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai
keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu
kualitas.
2.Ilmu Sosial
Ilmu social adalah ilmu yang mempelajari social manusia di
lingkungan sekitar seperti sosiologi, ekonomi, politik, antropologi sejarah,
psikologi, goegrafi dll. Ilmu-ilmu social bertujuan untuk mengkaji keteraturan
yg terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan
metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Dalam perkembangannya,
ilmu social melahirkan studi social yg disebut ilmu pengetahuan social. Ilmu
pengetahuan social (IPS) adalah bidang studi yg merupakan paduan dari sejumlah mata pelajaran social.
Yang termasuk dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yaitu: geografi,
sejarah, ekonomi, sosiologi, antropologi dll.
3.Ilmu budaya
Ilmu budaya adalah ilmu yang mempelajari adat istiadat atau
kebiasaan hidup manusia di suatu wilayah seperti bahasa, agama, kesastraan,
kesenian dll. Ilmu budaya bertjuan untuk memahami dan mencari arti
kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan
metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat
unik, kemudian diberi arti.
Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah gabungan dari disiplin ilmu
social yg digunakan dalam pendekataan dan pemecahan masalah social yg ada di
lingkungan sekitar kita. Ilmu Sosial Dasar (ISD) memberikan dasar-dasar
pengetahuan tentang konsep untuk mengkaji gejala social. Ilmu Sosial Dasar
(ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kedua-duannya mempunyai persamaan dan
perbedaan.
Persamaan antara keduannya adalah :
a. Untuk
kepentingan bahan studi pada program pendidikan atau pengajaran.
b. Bukan
disiplinn dalam ilmmu yang berdiri sendiri.
c. Mempunyai
materi yang terdiri dari kenyataan social dan masalah social.
Perbedaan antara keduanya adalah :
a. Ilmu Sosial
Dasar ada pada di Perguruan Tinggi, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial ada pada
di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan.
b. Ilmu Sosial
Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedangkan Ilmu
Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan
intelektual.
Latar Belakang Ilmu
Sosial Dasar
Latar belakang diberikannya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar
(ISD) di perguruan tinggi yaitu banyaknya kritik yg ditunjukan pada system
pendidikan Indonesia oleh sejumlah cendekiawan, dimana masih dirasakan
banyaknya tenaga ahli yang berpengetahuan keahlian khusus dan mendalam sehingga
wawasannya sempit. Sehingga ilmu social sangat bermanfaat bagi sejumlah
masyarakat atau mahasiswa supaya berwawasan luas dan ilmu ini diperlukan dalam
memecahkan berbagai masalah social masyarakat .
Latar belakang lainnya, Pengenalan dan pemahaman Ilmu Sosial
Dasar (ISD) menjadi penting supaya tujuan yang melatabelakangi munculnya ilmu
ini tidak sekedar menjadi harapan tanpa hasil. Latar belakang lainnya, sistem pendidikan kita menjadi
sesuatu yang "elite" bagi masyarakat kita sendiri, kurang akrab
dengan lingkungan masyarakat, dan tidak mengenali dimensi-dimensi lain di luar
disiplin keilmuannya.
Peran Ilmu Sosial Dasar
Mempunyai pandangan tentang cara bersosialisasi dengan
masyarakat dalam ruang lingkup yg lebih luas, menambah wawasan tentang hidup
bermasyarakat dengan baik, lebih mengerti tentang keadaan alam dan jalan
pikiran manusia. Memahami ilmu social yg menunjang kehidupan bersosialisasi,
pandangan hidup selanjutnya menjadi lebih terarah, lebih mencintai alam dan
mengerti arti sejarah.
Mengetahui cara hidup sebagai mahluk social yg dapat
memanfaatkan ilmu-ilmu yg ada dalam ilmu social dasar untuk kemajuan
dankesejahteraan masyarakat. Menjadi
lebih mengerti masalah yg terjadi di masyarakat dan dapat membantu menyelesaikan
masalah social, membangkitkan rasa ikut serta dalam menyelesaikan masalah
social. Memudahkan beradaptasi dengan lingkungan masyarakat yg lebih luas dan
membantu perkembangan cara pola piker dalam menyikapi masalah.
Sasaran studi Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah aspek-aspek yg
paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk social dan
masalah-masalah yang terwujud dari padanya. Materi pembahasan dalam Ilmu Sosial
Dasar (ISD) terdiri atas masalah-masalah social. Untuk dapat menelaah
masalah-masalah social, hendaknya terlebih dahulu kita mengidentifikasi
kenyataan-kenyataan social dan memahami sejumlah konsep social tertentu.
Kenyataan-kenyataan social yang ada dalam masyarakat, yang
secara bersama-sama merupakan masalah social tertentu. Kenyataan-kenyataan
sosisal tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu-ilmu
social, karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut
pandangnya. Dalam Ilmu Sosial Dasar (ISD) kita dapat menggunakan pendekataan
interdisiplin ataupun multidisiplin.
Konsep-konsep social atau pengertian-pengertian tentang
kenyataan-kenyataan social yang dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja
yg sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah social yang dibahas
dalam Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Sebagai contoh dari konsep dasar semacam
itu misalnya konsep keanekaragaman dan konsep kesatuan social.
Masalah social dalam kehidupan manusia yang berstatus
sebagai makhhluk social, manusia selalu dihadapkan pada berbagai masalah
social. Masalah social pada hakikatnya merupakan bagian yg tidak dapat
dipisahkan dari kehidupan manusia karena masalah social telah terwujud sebagai
hasil kebudayaan manusia itu sendiri, sebagai akibat dari hubungan-hubungannya
dengan sesame manusia lainnya.
Masalah-masalah social pada setiap masyarakat berbeda satu
sama lainnya karena adanya tingkat perkembangan kebudayaan dan masyarakatnya yg
berbeda serta likungan alamnya. Masalah-masalah tersebut terwujud sebagai
masalah social, masalah moral, masalah politik, masalah agama dan masalah
lainnya. Yang membedakan masalah social dari masalah lainnya adalah masalah
social selalu berkaitan dengan nilai-nilai moral dan pranata social, serta
selalu berkaitan dengan hubungan manusia dan dengan konteks-konteks normative
tempat hubungan manusia terwujud.
Dengan demikian, suatu masalah social terutama ditekankan
pada adanya kondisi atau keadaan tertentu dalam kehidupan social warga
masyarakat yg bersangkutan. Kondisi atau keadaan social tertentu sebenarnya merupakan hasil
dari proses kehidupan manusia yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan
jasmaninya, kebutuuhan-kebutuhan social dan kebutuhan-kebutuhan kejiwaan. Dalam
usaha untuk pemenuhan kebutuhan tersebut, manusia menggunakan kebudayaan
sebagai model petunjuk dalam memanfaatkan lingkungan alam dan social masyarakat.
2. Tujuan Ilmu
Sosial Dasar
Membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian agar
memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas, memahami dan menyadari
kenyataan-kenyataan social dan masalah yang ada di dalam masyarakat. Peka
terhadap masalah-masalah social dan tanggap ikut serta dalam usaha-usaha
menanggulanginya,menyadari bahwa setiap masalah sossial yg timbul dalam
masyarakat selalu bersifat kompleks dan kita hanya dapat mendekatinya serta
mempelajarinya secara kritis.
Memahami jalan pikiran para ahli
dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam
rangka menanggulangi masalah-masalah social yang terjadi di dalam masyarakat.
Individu, Keluarga & Masyarakat.
- Pengertian Individu
Individu berasal dari
kata individum (Latin), Yaitu satuan kecil yang tidak dapat dibagi lagi.
Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri.
Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh
kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.
Contoh :
1. Raga, merupakan
bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu
dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama.
2. Rasa, merupakan
perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam
semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan.
3. Rasio
atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri,
mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan
alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera.
4. Rukun
atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup
berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun
inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok social yang sering
disebut masyarakat.
- Pengertian Keluarga
Keluarga adalah unit
atau satuan masyarakat yang terkecil dan merupakan suatu kelompok terkecil dari
masyarakat. kelompok ini yang melahirkan individu dengan berbagai macam bentuk
kepribadiannya dalam masyarakat.
Keluarga terdiri dari
seorang individu (suami) dengan individu lainnya (istri) yang selalu menjaga
rasa aman dan ketentraman dalam suasana suka duka hidup bersama-sama dengan
individu lainnya juga ( anak ) inilah yang nantinya berkambang dan mulai
melihat dan mangenal arti diri sendiri sebagai mahkluk social.
- Pengertian Fungsi Keluarga
Keluarga sebagai
kelompok pertama yang dikenal individu yang sangat berpengaruh secara lansung
terhadap perkembangan individu sebelum maupun terjun langsung secara individual
di masyarakat.
Macam – macam Fungsi
Keluarga, yaitu :
A. Fungsi Biologis
Dengan fungsi ini
dihaerapkan agar suatu keluarga dapat menyelenggarakan proses perkawinan
anak-anaknya.karena dengan perkawinan akan terjadi proses kelangsungan
keturunan.
B. Fungsi
Pemeliharaan
Keluarga wajib
berusaha untuk selalu dan selalu menjaga anggotanya dari gangguan gangguan
yaitu;
1. gangguan udara,hujan,panas maka dibuatlah
rumah
2. gangguan penyakit maka disediakan
berbagai obat-obatan
3. gangguan dari bahayadengan berusaha
membuat benteng atau tembok dan menyediakan senjata untuk berjaga jaga.
C. Fungsi Ekonomi
dalam hal ini
keluarga berusaha menyediakan kebutuhan pokok yaitu;
1. kebutuhan
pangan makan dan minum
2. kebutuhan
sandang atau pakaian
3. kebutuhan
papan atau rumah tinggal
D. Fungsi Keagamaan
Dalam hal ini kelurga
menyarankan agar meyakini dan menganut kepercayaan yang di yakini masing masing
E. Fungsi Sosial
Dengan fungsi ini
keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya bekal bekal selengkapnya
dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh masyarakat
serta mempelajari peranan-peranan yang diharapkan akan mereka jalankan kelak
bila udah dewasa.
Menurut buku Ilmu
Sosial Dasar fungsi keluarga dapat dinyatakan sebagai berikut;
a. pembentukan
kepribadian
b. sebagai alat
reproduksi kepribadian.
c. keluarga merupakan
eksponen dari kebudayaan masyarakat
d. keluarga juga
sebagai perkumpulan perekonomian
e. keluarga juga
sebagai tempat pengasuhan dan pendidikan.
Ki Hajar Dewantoro,
mengartikan bahwa keluarga kumpulan beberapa orang yang terikat oleh satu
turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang
hakiki,esensial,enak dan berkehendak bersama-sama untuk memperteguh gabungan
dan memuliakan masing-masing anggotanya.
(1) Masyarakat Non
Industri
Kita telah tahu
secara garis besar bahwa , kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non
industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary
group) dan kelompok sekunder (secondary group).
(a)Kelompok primer
Dalam kelompok
primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih
akrab. Di karenakan para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka,
sehingga mereka mengenal lebih dekat, lebih akrab.
dalam
kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati.
Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok menerima serta menjalankan
tugas tidak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung
jawabpara anggota dan berlangsung atas dasar rasasimpati dan secara sukarela.
Contoh-contoh
kelompok primer, antara lain :keluarga, rukun tetangga, kelompok
belajar,kelompok agama, dan lain sebagainya.
(b) Kelompok sekunder
Antara anggota
kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak Iangsung, formal, juga kurang
bersifat kekeluargaan. Oleh karen yaitu, sifat interaksi, pembagian kerja,
pembagian kerja antaranggota kelompok di atur atas dasar
pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif.
Para anggota menerima
pembagian kerja/pembagian tugas atas dasar kemampuan; keahlian tertentu, di
samping dituntut dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target
dan tujuan tertentu yang telah di flot dalam program-program yang telah
sama-sama disepakati. Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya : partai
politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan
sebagainya. Berlatar belakang dari pengertian resmi dan tak resmi, maka tumbuh
dan berkembang kelompok formal (formal group) atau lebih akrab dengan sebutan
kelompok resmi, dan kelompok tidak resmi (informal group). Inti perbedaan yang
terjadi adalah : Kelompok tidak resmi (informal group) tidak berstatus resmi
dan tidak didukung oleh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah tangga (ART)
seperti yang lazim berlaku pada kelompok resmi.
Namun demikian,
kelompok tidak resmi juga mempunyai pembagian kerja, peranan-peranan serta
hirarki tertentu, norma-norma tertentu sebagai pedoman tingkah laku para
anggota beserta konvensi-konvensinya. Tetapi hal ini tidak dirumuskan secara
tegas dan tertulis seperti pada kelompok resmi (W.A. Gerungan, 1980 : 91).
Contoh : Semua
kelompok sosial, perkumpulan-perkumpulan, atau organisasi-organisasi
kemasyarakatan yang memiliki anggota kelompok tidak resmi.
(2) Masyarakat
Industri Durkheim mempergunakan variasi pembangian kerja sebagai dasar untuk
mengklasifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya. Akan tetapi
is lebih cenderung mempergunakan dua taraf klasifikasi, yaitu yang sederhana
dan yang kompleks. Masyarakat-masyarakat yang berada di tengah kedua eksterm
tadi diabaikannya (Soerjono Soekanto, 1982 : 190).
Jika pembagian kerja
bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakintinggi.
Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara
kelompok-kelompok masyarakat yang telah men2enal pengkhususan.Otonomi sejenis,
juga menjadi ciri daribagian/ kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi
sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki
seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Contoh-contoh :
tukang roti, tukang sepatu,tukang bubur, tukang las, ahli mesin, ahli listrik
dan ahli dinamo, mereka dapat bekerja secara mandiri. Dengan timbulnya
spesialisasi fungsional, makin berkurang pula ide-ide kolektif untuk
diekspresikan dan dikerjakan bersama. Dengan demikian semakin kompleks
pembagian kerja, semakin banyak timbul kepribadian individu. Sudah barang tentu
masyarakat sebagai keseluruhan memerlukan derajat integrasi yang serasi. Akan tetapi
hanya akan sampai pada batas tertentu, sesuai dengan bertambahnya
individualisme.
- Makna Individu
Manusia adalah
makhluk individu. Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat
dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya.
Para ahli Psikologi
modern menegaskan bahwa manusia itu merupakan suatu kesatuan jiwa raga yang
kegiatannya sebagai keseluruhan, sebagai kesatuan. Kegiatan manusia sehari-hari
merupakan kegiatan keseluruhan jiwa raganya. Bukan hanya kegiatan alat-alat
tubuh saja, atau bukan hanya aktivitas dari kemampuan-kemampuan jiwa satu
persatu terlepas daripada yang lain.
Manusia sebagai
makhluk individu mengalami kegembiraan atau kecewa akan terpaut dengan jiwa
raganya.
- Makna Keluarga
Keluarga sebagai
kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar
individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu
tersebut.
- Makna Masyarakat
Masyarakat (society)
merupakan istilah yang digunakan untuk menerangkan komunitas manusia atau
individu yang tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu
merupakan jaringan perhubungan antara berbagai individu.
- Hubungan Antar individu, keluarga,
masyarakat
Aspek individu,
keluarga, masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan.
Yakni, tidak akan pernah ada keluarga dan masyarakat apabila tidak ada
individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai
manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana
individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya serta menumbuhkembangkan
perilakunya. Karena tak dapat dipungkiri bahwa perilaku sosial suatu individu
tersebut bergantung dari keluarga dan masyarakat disekitarnya. Keluarga sebagai
lingkungan pertama seorang individu memiliki peran paling besar dalam
pembentukan sikap suatu individu, sedang masyarakat merupakan media sosialisasi
seorang individu dalam menyampaikan .ekspresinya secara lebih luas. Sehingga
dapat menjadi suatu tolak ukur apakah sikapnya benar atau salah dalam suatu
masyarakat tersebut.
- Pengertian & Proses Urbanisasi
Urbanisasi adalah
perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup
serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa
dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial
kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung
dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak
hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu
masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
Urbanisasi berarti
persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari
desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri
dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk, Bedanya
Migrasi penduduk lebih bermakna perpindahan penduduk dari desa ke kota yang
bertujuan untuk tinggal menetap di kota. Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti
perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara atau tidak menetap.
Sumber : Abu Ahmadi,Drs.ILMU SOSIAL DASAR.Rineka Cipta,Juli 1991.
Komentar
Posting Komentar